Ada seorang akhwat yang cerita, “Mbak, ikhwan itu lho koq sering banget curhat ke aku, kalo telpon lama benget, sampe pernah telpon 1,5 jam, telponnya ga penting lagi, sampe telinga panas, mata ngantuk ndengerin dia curhat. Pernah saya tanya, kenapa koq crita ke saya, dengan polosnya dia jawab, “Kalo gak ke anti, saya harus curhat ke siapa? Soalnya anti enak diajak ngobrol” Lho koq gitu mbak…? Emang dia ga punya temen ikhwan apa ya yang bisa jadi temen curhatnya?”
Kasus lain nih. Ada seorang akhwat yang suka curhat ke seorang ikhwan, katanya sich dia sudah dianggap kayak kakaknya sendiri, padahal ga ada hubungan darah. Ikhwan itu pun sering ngasih taujih ke akhwat itu. Awalnya ga ada perasaan apa-apa, lama kelamaan karena sering curhat dan dapet perhatian, akhwat itu akhirnya suka sama si ikhwan. Glek!!
Kasus yang lain lagi. Ada seorang ikhwan yang punya masalah berat. Dia bingung mau curhat ke siapa. Temen-temennya pada sibuk semua (atau sok sibuk ya…) Jangankan membantunya cari solusi, untuk sekedar mendengarkan curhatnya saja ga sempat. Akhirnya dia kecewa, ga sekedar kecewa kepada teman-temannya sesama ikhwah tetapi juga kepada dakwah. Akhirnya dia futur dan menghilang dari peredaran dakwah.
Lain cerita nih. Ada seorang akhwat yang memiliki masalah. Akhirnya dia curhat kepada murobiyahnya. Mungkin saran yang diberikan kurang tepat dalam penyampaiannya sehingga akhwat itu merasa dijustifikasi. Akibat salah paham itu, setiap ada masalah dia takut cerita kepada beliau.
Ada lagi kisah lain nih, tapi yang ini beda. Ada seorang akhwat ngelesi seorang perempuan yang tidak jauh beda usianya. Karena perempuan itu ga punya saudara perempuan, ga punya temen dekat dan hubungannya dengan ortunya juga renggang, akhirnya dia sering curhat ke akhwat itu. Setiap kali ada masalah dia selalu curhat ke akhwat itu, kadang sampe telpon berjam-jam. Dengan sabar akhwat itu melayani curhatnya di sela-sela les. Karena sering dimintai saran, si akhwat bisa memberikan tausiyah sedikit demi sedikit. Awalnya curhatnya seputar pacarnya, lama kelamaan perempuan itu banyak bertanya tentang Islam. Alhamdulillah Allah memberinya hidayah. Akhirnya dia ingin les ngaji, baca Al Qur’an karena dia ga bisa sama sekali. Dan alhamdulillah, setelah beberapa bulan perempuan itu memutuskan memakai jilbab meskipun ibunya tidak menyukainya. Alhamdulillah, curhat yang menjadi perantara hidayah.
”Mbak, aku mau crita nih…bla..bla..bla…”
”Aku juga nih mbak, ada sedikit masalah nih.. bla..bla..”
Lalu meluncurlah crita dari adik-adik dalam sebuah majelis.
”Mbak, lagi sibuk ga? Aku mau curhat nih, boleh ga? Tapi jangan bilang ke yang lain ya…bla…bla…” Lalu meluncurlah crita dari adik itu dari seberang sana (lewat telepon)
”Mbak, aku lagi ada masalah keluarga nih. bla..bla…” Curhat seorang adik lewat sms yang panjang banget sampe 3 sms bersambung 3 sms lagi he..he…
Ternyata tidak selalu curhat itu ke orang yang lebih muda.
”Dek, lagi ngapain. Main ke rumah dong, pengin crita nih, masalah yang kemarin belum selesai
“ sms seorang mbak
Menyenangkan rasanya ketika mendapatkan kepercayaan dari orang lain dan bisa membantunya minimal dengan mendengarkan dan sedikit saran yang bisa meringankan beban pikirannya. Barangsiapa yang meringkankan beban saudaranya ketika di dunia, Insya Allah Allah akan meringankan bebannya ketika di yaumul hisab. Seringkali dengan menjadi teman curhat bagi teman atau mad’u kita, kita mendapatkan banyak pelajaran dari situ. Bisa jadi kita sedang mengalami masalah yang serupa.
Dari banyak contoh di atasm ternyata banyak orang yang butuh curhat. Memang curhat bisa meringankan beban pikiran, biar ga stress. Tapi kalo curhatnya bukan kepada orang yang tepat justru bisa menambah masalah. Kadang orang pengin curhat bukan untuk minta solusi, tapi sekedar ingin didengarkan. Gimana caranya memilih teman curhat yang tepat?
1.Pilih orang yang bisa dipercaya, yang bisa menjaga rahasia.
2.Pilih orang yang kira-kira bisa memberi saran, tentunya saran yang baik.
3.Aman dari fitnah. Kalau ikhwan curhat ke ikhwan atau sebaliknya dan mereka tidak ada hubungan saudara biasanya rawan fitnah seperti kasus di atas.
Kita bisa curhat ke ortu, saudara atau sahabat kita. Dan jangan sungkan atau takut untuk curhat ke murobi/murobiyah kita. Jika kita yang menjadi murobi, maka jadilah tempat curhat yang baik bagi mad’u kita. Jangan menjustifikasi, karena seorang da’i bagi mad’unya ibarat seorang dokter bagi pasiennya. Dia memberikan nasehat, resep untuk membantu supaya pasien sembuh. Tentunya sebelum memberinya resep,si dokter harus bertanya dulu ke pasien apa yang dikeluhkannya,apa yang dirasakannya trus diperiksa (bener ga, soalnya bukan dokter he..he..) Jangan selalu menjadi problem solver, jika masalah A maka solusinya ini, jika masalahnya B maka solusinya itu. Kadang ada mad’u yang tidak suka dengan tipe orang problem solver seperti ini,mungkin dia hanya ingin didengarkan saja curhatnya.
Mau cari temen curhat yang terbaik? Coba dech tips ini. Bangun di tengah malam trus qiyamulail(tahajud), habis itu kita bisa mencurahkan keluh kesah kita, harapan kita, dan do’a kita kepada Allah, Dzat yang hanya kepadanya kita menyembah dan hanya kepadanya kita memohon pertolongan, tempat begantung seluruh makhluk.
Wallahu a’lam bishowab
ALLAH teman curhat saya … gak akan bocor deh rahasia saya
Assalamuailaikum..?
Embak boleh saya curhat masalah rumah tangga terutama tentang seorang istri..?oh iya embak terima kasih buat jawaban embak ke saya,mao atau tidaknya temtang masalah
misi misi boleh numpang lewat gaaaaaaaaaaa??????????
orang baik mu numpang lewat niiiiiii………….
emang bener tuh, klo curhat sama makhluk suka ada aja salahnya, tapi ga semua juga sih… ‘_’
yang aman dan pasti didengerin trus bakal dibantu yah hanya curhat dengan Allah di 1/3 malam
Setuju teh… ^_^
mbak makasih ya bwt tips’nya..bener jg susah bgt nyari tmen curhat yg bisa jg rahasia takutnya jd bumerang bwt qt…Btw Jgn pernah berhenti tuk berdakwah…Good Luck!!!!!
Bila kita punya masalah sekecil apapun cepatlah ambil air wudhu, dan curahkanlah semua masalahmu kepada-Nya (Alloh SWT) niscaya pertolongannyalah yang akan mempermudah masalah yang kita sedang alami.
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Jazakillah ukthi.., anti sudah membeerikan ilmu yang bermanfaat bagi ana.
Tetap semangat ukh!!
Ya Allah adalah tempat sebaik2nya mengadu..
Luv u coz Allah,,
ada seseorang yang menanti curhat dari anda.barangkali bisa ‘belajar’membantu saudaranya.khusus membuka tabir hikmah dibalik peristiwa.coba deh hub arjunkelana@gmail.com
Semua dari kita adalah saudara.anda tidak sendirian…