Feeds:
Pos
Komentar

Kenapa Harus Tarbiyah?

Tarbiyah saat ini telah menjadi sebuah fenomena tersendiri di bumi khatulistiwa ini. Terbukti dengan maraknya kajian keislaman yang diadakan hamper di seluruh tempat terutama di lingkungan yang isinya orang-orang yang ‘makan bangku’ pendidikan.

Di tengah kehidupan yang serba hedonisme dan cenderung bergaya ‘westlife’ ini kehadiran Tarbiyah bagaikan setetes embun di tengah kering dan gersangnya hidup. Apalagi invasi pemikiran yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam lewat berbagai cara telah berhasil dan sangat mewarnai kehidupan bangsa kita yang mayoritas adalah muslim. Karenanya sebagai khairu ummah kita harus melawannya dengan cara yang sama. Seluruh potensi yang kita miliki harus dioptimalkan. Dan pondasi awal untuk bisa mengoptimalkan potensi Al-Insaan yang ada dalam diri kita adalah Tarbiyah. Lanjut Baca »

Jagalah Diri Kita

Apakah kita pernah mengalami malas beribadah? Terasa berat untuk tilawah atau tidak merasakan kenikmatan ketika membaca Al Qur’an atau sholat? Atau mungkin merasa susah untuk bangun malam untuk qiyamulail? Padahal jam beker bejejer-jejer, udah disetel, alarm hp juga sudah disetting tapi ketika berdering tetap terlelap dalam tidurnya, ga kedengeran akhirnya mati-mati sendiri atau bangun dengan setengah sadar matiin beker trus tidur lagi. Padahal biasanya dengan mudah bisa bangun. So.. Apa yang terjadi dengan diri kita? Lanjut Baca »

Menunggu

Di suatu tempat di tepian sungai, seorang pemuda memandangi seorang pemancing tua. Sambil duduk beralas daun pisang, Pak Tua begitu menikmati kegiatan memancing. Ia pegang gagang pancingan dengan begitu mantap. Sesekali, tangannya membenahi posisi topi agar wajahnya tak tersorot terik sinar matahari. Sambil bersiul, ia sapu hijaunya pemandangan sekitar sungai.

Sang pemuda terus memandangi si pemancing tua. “Aneh?” ucapnya membatin. Tanpa sadar, satu jam sudah perhatiannya tersita buat Pak Tua. Tujuannya ke pasar nyaris terlupakan. “Bagaimana mungkin orang setua dia bisa tahan berjam-jam hanya karena satu dua ikan?” gumamnya kemudian. Lanjut Baca »

Taujih ini bisa untuk semuanya, tapi khususnya untuk para akhwat, lebih khusus lagi bagi yang masih lajang 🙂 Diambil dari berbagai sumber. Lanjut Baca »

Generasi 5:54

Siapakah yang dimaksud dengan generasi 5:54 itu? Mereka adalah generasi yang disebutkan dalam Al Qur’an surat 54(Al Ma’idah) ayat 54.
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Lanjut Baca »

Seringkali kita baca kisah-kisah mengagumkan dari shirah Rasulullah dan para sahabat serta para pendahulu kita dari buku-buku shirah atau dikutip oleh ustadz-ustadz atau di artikel-artikel yang kita baca. Kemarin habis baca buku bagus banget, berisi kumpulan kisah-kisah teladan terbiyah dalam bingkai Arkanul Ba’iah, judulnya Teladan Tarbiyah, karya Parman Hanif M.Pd. Isinya bukan dongeng tetapi memang kisah-kisah nyata dari para mujahid yang patut diteladani. Setelah membacanya semoga kita tidak mengatakan, “Ah.. itu kan Rasulullah…” atau “Ah.. itu kan para sahabat…” atau “Ah.. itu kan Hasan Al Banna…” atau “Ah… itu kan Syeikh Ahmad Yasin…” atau “Ah.. itu idealis banget…” begitu dst. Mungkin kita memang tidak bisa menyamai mereka mulai kepahaman mereka, keikhlasan, amal, jihad, pengorbanan, ketaatan, keteguhan, totalitas, ukhuwah sampai ketsiqohan mereka. Tetapi tidakkah kita iri dengan mereka para mujahid yang mendapat kedudukan mulia di hadapan Allah dan Rasul-Nya, yang memberikan cinta tertinggi mereka untuk Allah, Rasulllah dan jihad di jalan-nya? Lanjut Baca »

Ada-ada saja bahasa gaul sekarang. Sehari-hari kita mungkin sudah sering mendengar ungkapan “Capek Dech…” atau “Males Ah!” Akhirnya ada yang jadiin satu istilah menjadi CDMA. Emang ga boleh capek, atau males?Merasa capek wajar aja ketika kelelahan dengan aktifitas yang banyak atau berat. Istirahat memang perlu untuk menghilangkan rasa capek itu. Tapi bukan berarti trus berlama-lama istirahat dan tidak kembali beraktifitas. Kalau rasa malas biasanya muncul ketika kita lago ga mood atau bete atau ga sreg dengan yang kita lakukan jadinya ga semangat. Males bisa diakibatkan karena capek, jadi sebab akibat. Jangan sampai kita menjadikan capek dan malas itu menjadi alasan untuk tidak melaksanakan amanah-amanah kita atau menjadi alasan untuk menolak amanah dakwah. Lanjut Baca »